Posts Tagged ‘Tourism’

DI INDONESIA BALI MEMILIKI RS PARIWISATA PERTAMA
Provinsi Bali akan memiliki rumah sakit pariwisata pertama di Indonesia dengan memberikan paket dan layanan medis kepada para wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata Bali. Rumah Sakit BIMC memberikan pelayanan penyembuhan seperti diet khusus dan nutrisi, spa dan program kebugaran, serta menjamin akses kursi roda ke seluruh area.

Dengan fasilitas dan kenyamanan dalam kamar dan resor yang luas, hotel itu merupakan properti pertama di Indonesia yang khusus memberikan pelayanan medis seperti kunjungan perawat pascaperawatan dan keamanan yang tetap terjaga hingga prosedur medis pelanggan selesai, serta pembedahan yang lengkap yang dilengkapi tiga ruang operasi dengan CosMedic, dialisis, dan fasilitas gigi.

Rumah sakit dengan 50 tempat tidur itu berada dengan suasana yang teduh seluas satu hektar dengan pelayanan gawat darurat 24 jam dan ruang tunggu ala hotel di gedung yang melayani kebutuhan medis, dialisis, dan pusat gigi. Fasilitas juga dirancang dengan pintu masuk pribadi yang mengarah ke Pusat Cosmedic dengan pemandangan langsung menghadap lapangan golf, sementara itu tim medis profesional yang berasal dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Swedia, Selandia Baru, dan Indonesia yang langsung diketuai oleh Direktur Medis Rumah Sakit BIMC Dr. Donna Moniaga.

Eng :
The first tourism hospital in Bali, Indonesia
Bali province will have the first tourism hospital in Indonesia with medical services for tourists who got holiday in Dewata Island, Bali. BIMC hospital’s giving a health care, such as special diet and nutrition, spa and fitness, and to assurance for wheelchairs in all area.

With facilities and comfortable rooms and wide resort, this hotel is the first properties in Indonesia which is giving medical services, such as home care, security, and full equip surgeon with three surgical rooms which are CosMedic, Dialysis, and teeth facilities.
The hospital has 50 beds with cozy condition, 24 hours emergency, and waiting room like a hotel in a hectare. There also has a private door towards a Cosmedic Center with viewing a golf field, and there also have medical professional team from Australia, USA, England, Germany, Sweden, New Zealand, and Indonesia which is directly led by Medical Director at BIMC Hospital, dr. Moniaga.

Ref :
http://www.imtelkom.ac.id/index.php/23-ekonomi/ekonomi/837-di-indonesia-bali-memiliki-rs-pariwisata-pertama

Mishbahuddin

Advertisements

blog hospital tourism  Wisata Kesehatan

Empat daerah disiapkan untuk menjadi daerah tujuan wisata kesehatan yaitu Jakarta, Bali, Manado dan Makassar yang menggabungkan antara layanan kesehatan medis dan non medis serta perjalanan wisata.
“Empat daerah itu memiliki segi budaya yang banyak bisa kita tawarkan, begitu juga wisata, baik di bawah laut maupun di atas laut,” kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi ketika membuka Konferensi Internasional Health Tourism di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Menkes menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu tentang Wisata Kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan pembangunan pariwisata dan kesehatan termasuk wisata kesehatan.
Kegiatan wisata kesehatan merupakan salah satu penggerak perekonomian yang penting di kawasan Asia Pasifik dengan besar uang dibelanjakan secara global diperkirakan mencapai 100 miliar dollar AS pada tahun 2012.

Menkes mengatakan kebijakan wisata kesehatan di Indonesia akan dikembangkan pada dua aspek yaitu “medical tourism” atau perjalanan wisata untuk mendapatkan layanan kesehatan medis dan “wellness tourism” untuk mendapatkan layanan kesehatan non medis yang seringkali berupa layanan bersifat promotif atau preventif. Salah satu estimasi di tahun 2006 memperkirakan sekitar 350 ribu orang Indonesia melakukan pengobatan di luar negeri dengan pengeluaran mencapai 500 juta dollar AS.

Jumlah itu diperkirakan bertambah dimana pada tahun 2012 jumlah orang Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri mencapai 600 ribu orang dan pengeluarannya meningkat hingga 1,4 miliar dollar AS. Sebagai perbandingan, negara Thailand yang relatif berhasil mengembangkan wisata kesehatannya memperoleh devisa hingga 3,2 miliar dollar AS pada tahun 2011.

Survei global yang dilakukan McKinsey pada 2008 menunjukkan alasan utama konsumen mencari pengobatan di luar negeri adalah teknologi yang mutakhir (40 persen), perawatan yang lebih baik (32 persen), mencari pelayanan medis yang lebih cepat (15 persen) dan perawatan yang lebih murah (9 persen). Sementara itu, Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan wisata kesehatan untuk kebugaran, sebanyak 30 spa telah disiapkan sebagai tahap pertama yang akan dipromosikan. “Sebanyak 30 spa ini sudah diidentifikasi, akan jadi tahap pertama yang akan dipromosikan untuk layanan paket, dikombinasikan dengan perawatan kesehatan,” ujar Mari.

Eng :

There are 4 regions to preparing a health tourism, which are Jakarta, Bali, Manado, and Makassar to combine between medical and non medical with tourism. Minister of Health, Nafsiah Mboi said that they have a lot culture, and have interested places in the sea and others.

Minister of Health has signed a MOU with Minister of Tourism about health tourism, which it’s wished to improve tourism and health development. It’s one of economical improvement in Pacific Asian with budgeting around $ 100 billion in 2012.

She said that a policy of health tourism in Indonesia will be developed by 2 aspects, which are medical tourism (medical) and wellness tourism (non medical), such as promote and preventive. There are 350 thousands Indonesian people approximately going to abroad to get medical in 2006. It means that there are $500 billion for it

It will be predicted higher in 2012 they go to abroad with 600 thousands people, and it spends $1.4 billion, she said. It can be seen in Thailand that it successes to develop health tourism so that it obtains $3.2 billions for the country in 2011.

Global survey which was done by McKinsey in 2008 show that the reason of customers getting medical in abroad is up to date technology (40%), better services (32%), faster medical services (15%), and cheaper in budgeting (9%). Minister of Tourism, Mari Eka Pangestu said that health tourism for fitness will be prepared with 30 Spas  for the first step in package services, it will be combined with health care.

Ref :

http://travel.kompas.com/read/2012/11/30/07023216/Empat.Daerah.Disiapkan.untuk.Wisata.Kesehatan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Mishbahuddin