Posts Tagged ‘Sport’

1485564984352 1485564907161 1485564829271 1485564654502

 

 

 

 

Jalan santai dan lari kecil-kecil saat hari libur ini dengan jagoan saya kira-kira 3.52 km dalam waktu 1 jam 1 menit 33 detik, bakar 106 kalori, dengan kecepatan 3.44 km/h, dan total langkah adalah 5588.

WHO merekomendasi untuk olahraga rata-rata 40 menit sehari (atau kira-kira 8000 langkah), ref: Mi Fit.

Tetap Olahraga untuk jaga kesehatan.

Eng…

Fun walk in holiday with my boy around 3.52 km in 1:01:33 time, 106 burned (calories), 3.44 speed (km/h), and total steps is 5588.

World Health Organization (WHO) recommends to exercise for 40 minutes daily (walk ~8000 steps), ref: Mi Fit.

Keep doing exercise to be health.

 

 

Advertisements

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berpuasa adalah kewajiban sekaligus tantangan, Anda dituntut untuk tetap berkarya selagi berpuasa. Namun, bagi Anda yang ingin memiliki tubuh atletis ideal, tantangan Anda “naik” satu tingkat, Anda harus tetap berolahraga selama berpuasa, sementara Anda takut “olahraga” akan membatalkan puasa Anda, atau membuat Anda sangat letih hingga tidak bisa berolahraga. Untuk itulah, artikel ini khusus disuguhkan untuk menjawab dua pertanyaan penting tentang olahraga saat puasa: kapan, dan bagaimana.

Kapan?
Anda pasti enggan berolahraga di siang hari, dan Anda tidak salah. Berolahraga di siang hari saat berpuasa sangat berbahaya, karena otomatis Anda tidak bisa mengonsumsi cukup protein setelah berolahraga. Tanpa asupan protein yang cukup, justru penguraian otot yang yang akan terjadi1. Tak hanya itu, olahraga di siang hari dapat menyebabkan dehidrasi, dan tentunya Anda tidak bisa merehidrasi tubuh Anda tanpa membatalkan puasa Anda.

Waktu terbaik untuk berolahraga – baik olahraga kardio maupun latihan beban—adalah kira-kira satu jam sebelum waktu berbuka puasa1. Bagi Anda yang ingin mengurangi lemak tubuh, kardio di waktu ini sangat dianjurkan, karena tubuh Anda sudah teradaptasi lebih baik dalam membakar lemak2. Begitu pun Anda yang nge-gym, karena Anda bisa segera memulihkan tubuh dengan konsumsi protein dan karbohidrat yang cukup1. Tak hanya itu, waktu-waktu sebelum buka puasa adalah waktu yang paling optimal untuk membentuk otot karena kadar testosterone dalam tubuh Anda paling tinggi di waktu tersebut3.

Bagaimana?
Bila Anda telah rutin ke gym sebelum memasuki bulan puasa, Anda wajib meneruskannya selama bulan puasa. Hal ini penting untuk mencegah detraining, yang nantinya bisa membuat usaha Anda sebelum Ramadhan menjadi sia-sia. Untuk tahu lebih banyak mengenai detraining, Anda bisa baca di sini (http://www.l-men.com/cuti-latihan-ini-dampaknya).

Strategi mencegah detraining tanpa mengorbankan puasa Anda sebenarnya sederhana: pertahankan frekuensi dan intensitas latihan Anda, namun kurangi bebannya hingga 40%-60%4. Maksudnya adalah, jika Anda rutin ke gym lima kali seminggu, maka tetaplah pergi ke gym lima kali seminggu selama bulan puasa. Bila Anda berlatih lima gerakan dalam satu hari, maka tetap lakukan lima gerakan tersebut. Namun, kurangi beban yang Anda gunakan hingga 40-60% dari beban biasa untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Prinsip ini juga berlaku saat Anda berolahraga kardio.

Jadi, setelah tahu strateginya, Anda tetap akan berolahraga saat bulan puasa, bukan?

Referensi:
1. Br J Sports Med 46: 477–484, 2012
2. Asian J Sports Med 2(3): 127-133, 2011
3. Life Sciences 68: 1607–1615, 2001
4. Br J Sports Med 44: 495–501, 2010

resource : http://www.l-men.com/dampak-olahraga-tetap-maksimal-di-bulan-puasa-ini-caranya/

Ada yang berpendapat bahwa dua istilah yaitu pendidikan jasmani dan olahraga mempunyai satu pengertian yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda.

Sebelum mengetahui perbedaan antara pendidikan jasmani dan olahraga. Sebaiknya kita mengetahui definisi istilah masing-masing.

Menurut Para Ahli Definisi Pendidikan Jasmani

James A.Baley dan David A.Field (2001; dalam Freeman, 2001). Pendidikan fisikal adalah aktivitas jasmani yang membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh. Lebih lanjut kedua ahli ini menyebutkan bahwa: ‘Pendidikan jasmani adalah suatu proses terjadinya adaptasi dan pembelajaran secara organik, neuromuscular, intelektual, sosial, kultural, emosional, dan estetika yang dihasilkan dari proses pemilihan berbagai aktivitas jasmani.’

Bucher, (1979). Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional

Freeman (2001:5). Pendidikan jasmani memusatkan diri pada semua bentuk kegiatan aktivitas jasmani yang mengaktifkan otot-otot besar (gross motorik), memusatkan diri pada gerak fisikal dalam permainan, olahraga, dan fungsi dasar tubuh manusia.

Barrow (2001; dalam Freeman, 2001). Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai pendidikan tentang dan melalui gerak insani, ketika tujuan kependidikan dicapai melalui media aktivitas otot-otot, termasuk: olahraga (sport), permainan, senam, dan latihan jasmani (exercise). Hasil yang ingin dicapai adalah individu yang terdidik secara fisik. Nilai ini menjadi salah satu bagian nilai individu yang terdidik, dan bermakna hanya ketika berhubungan dengan sisi kehidupan individu.

UNESCO lewat ICSPE. Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani, dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan jasmani pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak

Menurut Para Ahli Definisi Olahraga

Edward (1973). Olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain; a. Terpisah dari rutinitas, b. Bebas, c. Tidak produktif, d. Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik; a. ada kompetisi, b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.

Webster’s New Collegiate Dictonary (1980). Olahraga adalah ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat).

Cholik Mutohir olahraga. Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Jadi perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga :

Pendidikan Jasmani Olahraga
  • Pemahaman gerak
  • Berpacu pada satuan kurikulum
  • Subyeknya pelajar (Child Centered)
  • Pribadi anak seluruhnya
  • Entry Behavior
  • Pengaturan disesuaikan
  • Gerak kehidupan sehari-hari
  • Perhatian ekstra pada anak lamban
  • Tidak mesti bertanding
  • Wajib
  • Prestasi
  • Bebas
  • Subyeknya atlet (Subject centered)
  • Kinerja motorik
  • Talent Scouting
  • Aturan Baku
  • Gerak fungsional cabang
  • Ditinggalkan
  • Selalu bertanding
  • Bebas

 

Dalam kehidupan  di masyarakat  nama olahraga dan penjaskes, hampir di samakan , tidak ada beda sama sekali, namun menurut peraturan UU no 20 tentang SISTEM PENDIDIKAN, nama penjaskes dan olahraga itu berbeda, di mana olahraga itu tertuju pada cabang olahraga, atau cabor, tapi penjaskes adalah pendidikan jasmani, di mana dalam  praktiknya penjakes lebih menitik beratkan pada gerak anak didik atau siswa, karena dengan gerak  maka kesehatan anak didik akan dapat terciptakan, apalagi sampai mereka mengeluarkan  keringat, dengan tekeluarnya keringat maka lemak-lemak yang ada dalam tubuh akan ikut keluar bersamaan keringat, dengan sedikitnya lemak yang tidak bermanfaat maka sistem peredaran darah akan menciptakan kesehatan pada tubuh anak didik. Penjaskes bertujuan  menciptakan kesegaran dan menerapkan pendidikan mental  lewat gerakan atau permainan atau olahraga yang modifikasi, dengan itu para peserta didik bisa mendaptkan pengalaman tentang kebersamaan, kerja sama, dan tanggung jawab, baik kelompok maupun pribadi, hal ini sering di sebut dengan learning by moving. bukan learning to move. Namun di olahraga bertujuan menciptakan kesehatan, tujuan nya lebih menekankan pada  prestasi. hal ini jika di terapkan dalam pendidikan sunguh sangat memberatkan peserta didik, karena tiap – tiap peserta didik memiliki perbedaan masing – masing. hal ini  dapat dilaksanakan pada jam jam di luar jam pelajaran, atau lebih tepatnya  pada kegiatan ekstra kurikuler.

4 aspek yang membedakan antara Pendidikan Jasmani dengan Olahraga antara lain:

  1. Tujuan Pendidikan Jasmani disesuaikan dengan tujuan pendidikan yang menyangkut pengembangan seluruh pribadi anak didik, sedangkan tujuan Olahraga adalah mengacu pada prestasi unjuk laku motorik setinggi-tingginya untuk dapat memenangkan dalam pertandingan.
  2. Isi Pembelajaran dalam pendidikan jasmani disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak didik, sedangkan pada olahraga isi pembelajaran atau isi latihan merupakan target yang harus dipenuhi.
  3. Orientasi Pembelajaran pada pendidikan jasmani berpusat pada anak didik. Artinya anak didik yang belum mampu mencapai tujuan pada waktunya diberi kesempatan lagi, sedangkan pada olahraga atlet yang tidak dapat mencapai tujuan sesuai dengan target waktu dianggap tidak berbakat dan harus diganti dengan atlet lain.
  4. Sifat kegiatan pendidikan jasmani pada pemanduan bakat yang dipakai untuk mengetahui entry behavior, sedangkan pada olahraga bertujuan untuk memilih atlet berbakat.

Pengertian lain mengenai Perbedaan Pendidikan Jasmani dengan Olahraga.

Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.

Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam.

Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas

Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir, kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu, sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Peraturan, misalnya, baik tertulis maupun tak tertulis, digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut, dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung, kecuali atas kesepakatan semua pihak

Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam

Di pihak lain, pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga, tetapi tidak berarti hanya salah satu saja, atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya, pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga, meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan.

Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif; keduanya dapat dan harus beriringan bersama.

Manfaat Penjas:

  1. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani
  2. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama
  3. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani
  4. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani
  5. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
  6. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
  7. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
  8. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
  9. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.

Manfaat Olahraga
1. Mengurangi risiko berbagai penyakit

Olahraga mampu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit. Berolahraga secara rutin dapat menjaga Anda dari penyakit. Jika Anda menderita penyakit tersebut, olahraga juga dapat menjaga agar penyakit tak bertambah parah, tentu dengan diawasi oleh tenaga ahli agar sesuai kemampuan.

  1. Mengurangi stres
    Berolahraga mampu membuat bahan kimia yang ada pada otak Anda menjadi lebih rileks dan merasa bahagia. Olahraga teratur juga akan membuat Anda lebih bugar dan lebih percaya diri sehingga terhindar dari depresi.
  2. Menjaga berat badan
    Berat badan adalah masalah besar terutama untuk mereka yang sibuk bekerja dan malas berolahraga. Olahraga mampu membakar timbunan lemak pada tubuh. Jika Anda berolahraga secara teratur dan menjaga asupan makanan agar tak terlalu banyak lemak, maka berat badan Anda akan selalu terjaga.
  3. Meningkatkan energi
    Olahraga dapat memacu jantung lebih cepat memompa darah, sehingga darah yang membawa oksigen dan nutrisi dapat sampai pada organ organ tubuh. Lancarnya peredaran darah yang kaya oksigen dan nutrisi membuat anda mendapatkan energi untuk menjalani kehidupan.
  4. Membuat tidur nyenyak
    Olahraga selain membakar lemak anda juga membuat anda lelap tidur. Alasannya setelah kegiatan fisik, kelelahan setelah itu akan membuat Anda lebih lelap tidur. Jika Anda tidur dengan nyenyak maka konsentarsi akan terjaga dan tubuh akan menjadi bugar.

Sumber : https://www.academia.edu/8447728/Perbedaan_Penjas_dan_Olahraga (Akses tgl 9 Juli 2015)

blog injury Mengatasi Cedera Olahraga dg PRICE

Setiap Latihan atau olahraga kita sering mendengar dan kadang-kadang merasakan sendiri cedera pada olahraga. Banyak tindakan-tindakan yang kita lakukan pada saat cedera pada murid-murid atau anggota club olahraga kita. Salah satu mengatasi cedera adalah menggunakan konsep PRICE. Price adalah singkatan dari :

PROTECTION : Lindungi area yang cedera, jangan sampai kotoran-kotoran masuk ke area cedera yang akan mengakibatkan infeksi

REST : Istirahatkan area yang cedera (tidak di urut atau diputar-putar atau di tarik-tarik), kawatir makin memperparah cedera

ICE : Tempelkan es yang dibalut dengan kain/handuk selama 10-15 menit, kemudian lepaskan sebentar agar aliran darah tidak membeku, dan ditempelkan lagi. Lakukan berulang-ulang hingga nyeri berkurang.

COMPRESSION : Balut dengan kain/perban elastis untuk mengurangi bengkak atau peradangan

ELEVATION : Posisikan bagian cedera lebih tinggi dari jantung kita. Bila cedera di kaki, tidur dan sangga kaki lebih tinggi.

Pemberian salep-salep sebaiknya yang bersifat mendinginkan bukan memanaskan (tidak mengandung asam salisilat) karena akan meningkatkan peradangan pada area yang cedera.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. “Pencegahan Lebih Baik Dari Pada Mengobati”

Eng :

Every training or doing exercise, we usually heard or sometimes felt injuries. We have a lot of actions to solve the problem for our students or member of our club. One of solutions is PRICE concept. PRICE stands for :

PROTECTION : If injured, stop playing and protect the injured part from further damage. Avoid putting weight on the injured part, get help moving to a safe area off the field.

REST : Rest is vital to protect the injured muscle, tendon, ligament or other tissue from further injury. Resting the injured part is important to promote effective healing

ICE : When icing an injury, choose a cold pack, crushed ice or a bag of frozen peas wrapped in a thin towel to provide cold to the injured area. When icing injuries, never apply ice directly to the skin (unless it is moving as in ice massage) and never leave ice on an injury for more than 20 minutes at a time. Longer exposure can damage your skin and even result in frostbite. A good rule is to apply cold compresses for 15 minutes and then leave them off long enough for the skin to re-warm

COMPRESSION : Compression helps limit and reduce swelling, which may delay healing.

ELEVATION : Elevating an injury help control swelling. It’s most effective when the injured area is raised above the level of the heart. For example, if you injure an ankle, try lying on your bed with your foot propped on one or two pillows

Giving a balm is better using a cold than warm because it will be worse.

It’s hoped useful for us. “Preventive is better than Curative.

Ref :

http://sportsmedicine.about.com/cs/rehab/a/rice.htm?r=facebook

Mishbahuddin