Posts Tagged ‘Pendidikan’

Chart of UN Sustainable Development Goals.png

The Sustainable Development Goals (SDGs), officially known as Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development, are an intergovernmental set of aspiration Goals with 169 targets. The Goals are contained in paragraph 54 United Nations Resolution A/RES/70/1 of 25 September 2015.[1] The Resolution is a broader intergovernmental agreement that, while acting as the Post 2015 Development Agenda (successor to the Millennium Development Goals), builds on the Principles agreed upon under Resolution A/RES/66/288, popularly known as The Future We Want.[2]

On 19 July 2014, the UN General Assembly’s Open Working Group on Sustainable Development Goals (SDGs) forwarded a proposal for the SDGs to the Assembly. The proposal contained 17 goals with 169 targets covering a broad range of sustainable development issues. These included ending poverty and hunger, improving health and education, making cities more sustainable, combating climate change, and protecting oceans and forests.[3] On 5 December 2014, the UN General Assembly accepted the Secretary-General’s Synthesis Report which stated that the agenda for the post-2015 SDG process would be based on the OWG proposals.[4]

The Intergovernmental Negotiations on the Post 2015 Development Agenda (IGN) began in January 2015 and ended in August 2015. Following the negotiations, a final document was adopted at the UN Sustainable Development Summit September 25–27, 2015 in New York, USA.[5] The title of the agenda is Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development[6][7]

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_Development_Goals

Advertisements

Pendidikan merupakan salah satu investasi masa depan yang sangat berharga dalam menggerakkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang beretika dan bermartabat. Investasi dapat dilakukan bukan saja pada fisik, tetapi juga pada bidang non fisik. Investasi fisik meliputi bangunan pabrik dan perumahan karyawan, mesin-mesin dan peralatan, serta persediaan (bahan mentah, barang setengah jadi , dan barang jadi). Sedangkan investasi non fisik meliputi pendidikan, pelatihan, migrasi, pemeliharaan kesehatan dan lapangan kerja atau lebih dikenal dengan investasi sumber daya manusia (Atmanti, H.D. 2005. Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan. Jurnal Dinamika Pembangunan. Vol. 2 No. 1 / Juli 2005, hlm. 30-39).

Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dari definisi di atas jelas bahwa dengan adanya pendidikan, masyarakat akan diarahkan menuju pengembangan potensi dirinya masing-masing.

Di undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Dalam pendidikan formal dapat dikatakan yaitu jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Sedangkan pendidikan tinggi menurut Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi adalah pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah yang penyelenggaraannya disebut Perguruan Tinggi. Dalam peraturan tersebut juga disebutkan bahwa tujuan pendidikan tinggi adalah sebagai berikut:

1.    Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian

2.    Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Mishbahuddin Blog

Masa Studi Mahasiswa S1 akan Jadi 7 Tahun, Ini Alasanya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan secepatnya merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur masa kuliah sarjana atau S1.
Teten Masduki, Staf Khusus Tim Komunikasi Presiden, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menghubungi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait masa kuliah dan uang kuliah tunggal.
“Sehari setelah bertemu pimpinan BEM beberapa universitas, Presiden Jokowi menghubungi Menristek-Dikti. Jadi sebenarnya sudah selesai,” katanya di Bina Graha, Kamis (21/5/2015).
Teten menuturkan Permendikbud No 49/2014 yang mengatur masa kuliah sarjana maksimal lima tahun dianggap terlalu berat oleh mahasiswa. Untuk itu, pemerintah akan mengembalikan masa kuliah sarjana menjadi tujuh tahun.
Menurutnya, Menristek-Dikti juga akan mengubah peraturan menteri terkait uang kuliah tunggal agar dapat langsung diterapkan. “Jadi memang Presiden langsung merespons apa yang menjadi tuntutan mahasiswa,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Pasal 17 ayat (3) Permendikbud No. 49/2014 disebutkan masa studi terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar untuk sarjana selama empat sampai lima tahun,  dan satu setengah hingga empat tahun untuk program magister, program magister terapan dan program spesialis satu setelah menyelesaikan program sarjana.
Presiden Jokowi sebelumnya juga menemui BEM dari sejumlah universitas untuk makan malam bersama dan melakukan dialog. Presiden beralasan ingin mendengar langsung aspirasi mahasiswa terkait kondisi negara saat ini.
sumber : http://kabar24.bisnis.com/read/20150521/255/435880/masa-studi-mahasiswa-s1-akan-jadi-7-tahun-ini-alasanya